They said, if you want something say it outloud, the Universe will take the rest...
So, setelah 86 hari
postingan ga jelas
emosi yang naik-turun
e-mail2 yang tak berbalas
jaringan internet yang suka turun jadi GPRS dengan tidak sopannnya
periode panjang antara mengasihani diri dan menyemangati diri
on repeat
I. GOT. A .JOB.
*can i hear some cheers for the background?*
*digaplok*
Yeah, you read it right.
Saya punya pekerjaan.
This is the time you should says "akhirnyaa..."
really, this is the time when you can say :
"i've told you so"
dan saya bakal cengar-cengir saja
yak lanjut
Remember when i told you i really want a new job,
The one that really fits my dream?
This one hopefully matches that.
Kemudian ada yang bertanya : emang dream jobmu apa?
Bukan sejenis pekerjaan tertentu
Bukan soal pundi-pundi emasnya
Walaupun memang itu penting juga sih
*kok plin-plan, gimana sih sher*
Saya kepingin kerja di tempat
yang rekan kerjanya sebaya
dan hari Sabtu libur
I'm so easy to please ya
Setelah kerja di tiga tempat terakhir
saya jadi bisa menyederhanakan keinginan saya
dan tentu saja saya butuh keamanan finansial
tetapi yang saya butuhkan lebih dari sekadar lembaran rupiah
If you read my previous entry
you know how bad i'm when it comes to make a friend
Apalagi di Jakarta ini,
buat saya yang besar di Kalimantan dan kuliah di Yogyakarta
tambah sedikit lah peluang saya berteman di sini
Kalau soal Sabtu libur sih
Itu memang keinginan pribadi saja
Karena saya sungguh tidak mau menghabiskan
waktu saya seluruhnya untuk kerja
me-time is something important for me
I know i put my expectation so high on this one
But to be exact, i experience this quote :
"be careful what you wish for
cause you just might get it all"
It really happen to me, scary yes?
I'm glad it did
This time i really need to thank Fia
She's the one that helped me through the process
Dari awal resign di kantor lama
Sampai dia lahiran
Total 3 times ya masukin lamarannya
I really can't do this without her help
I made a promise
My first salary, makan-makan yok!
And off course, i need to say thank you to Mey
She's the one that keep my sanity level normal (or abnormal?)
Buat penghiburan dan obrolan ga jelas kita
Kalo ga karena sering digangguin dia
Bisa-bisa kerjaan saya ngeluh dan down melulu
Really wish you were here
Coba kita bisa sekantor yak!
I thank my mom and boyfie too,
Rasanya baru minggu lalu saya kena emotional breakdown
Nangis-nangis ngerasa ga berguna banget
Ga heran ya kalian yang paling lega
Waktu tau saya akhirnya dapat kerjaan
Kalau nganggur lebih lama
Mungkin saya bakal lebih nge-bete-in lagi
:P
Thank you for being there in my difficult times
*ini kenapa jadi ajang speech grammy awards???*
All i wanna say is :
Universe... you rock! XD
source
Feed me!
Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan
25 Februari 2012
18 Januari 2012
Choices
The greatest lie you can create is to say you're okay while you're not, to smile when you're about to cry, and to say no while you really want to say is yes.
Selama saya bekerja, yang cuma singkat sekitar 3 tahun lebih beberapa bulan, saya cuma punya 3 orang atasan. Mereka masing-masing punya hal yang membuat saya respect dan/atau membuat saya malahan antipati kepada mereka, tetapi cuma 1 orang yang saya anggap dekat dan sering saya jadikan figur bapak. Dia adalah atasan saya di kantor yang kedua. Let's called him Dad.
Saya bertemu Dad, di hari pertama saya datang ke mess kantor, ya kantor kedua saya ada di Jawa Tengah menyebabkan saya harus hijrah dari Jakarta ke Magelang. Oh jangan salah, saya justru sangat mengidam-idamkan keluar dari hiruk-pikuknya keramaian metropolitan di kota ini, terbayang dong betapa girangnya saya saat diterima bekerja di sana. Walaupun saya harus tinggal sendiri dan jauh dari orang tua, tetapi i got my personal space there.
Sebagai anak baru, saya masih tinggal di mess manager yang bersebelahan dengan mess direktur tempatnya Dad. Tentu saja saya juga kecipratan fasilitas yang harusnya hanya diperuntukkan untuk direktur, mess yang besarnya bisa untuk 3 keluarga, king-sized bed, TV, cleaning lady, free breakfast & dinner, dan Indovision! Pokoknya mah saya tinggal hidup dan kerja deh :P
20 Maret 2011
Braveheart
Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini? -Pramoedya Ananta Toer.
Saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang yang berani. Entah dengan orang lain, yang jelas beberapa orang pernah mengatakan bahwa saya sosok yang (dari luar) terlihat tegar & kuat. Salah satunya mantan saya yang mungkin pada akhirnya mengetahui bahwa saya 'manusia biasa' dan akhirnya kecewa dengan ekspektasinya sendiri. Tapi ya biarlah itu menjadi sejarah kelam saja ya.
Menyadari bahwa hanya saya lah yang tahu sejauh mana batas kemampuan saya, saya memutuskan untuk 'menantang' diri sendiri. Yang saya maksud adalah sekarang ini, kondisi di mana saya mencari sesuap nasi di kota lain jauh dari keluarga. Saya mau mempraktekkan apa yang disebut oleh MT sebagai "point of nowhere".
18 Agustus 2010
Life Goes On
Beberapa hari ini entah kenapa saya sering sekali merasa "tawar hati". Semacam kondisi autopilot, yaitu saat saya tertawa itu memang karena harus tertawa, saat serius ya memang momennya serius. Apa kabar dengan ilmu "memaknai setiap tindakan kecil"?
Sebenarnya tidak ada apa-apa. Saya cuma menemukan bahwa terkadang dalam pertarungan tiap hari sungguh melelahkan jika kita menggunakan energi untuk fokus ke semua hal. Dan rupa-rupanya cara yang paling bisa saya gunakan (sekarang) adalah mengaktifkan kondisi autopilot itu. Supaya segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya, tanpa intervensi dari rasa pakewuh dan sungkan. Kadang hidup memang tidak adil, tetapi saya yakin dia bergerak sesuai putaran waktu dan juga selalu tepat (atau indah?) pada waktunya.
12 Agustus 2010
Hello Goodbye
Hidup selalu punya cara untuk melibatkan kita dalam sebuah 'kebetulan'. Untuk orang yang percaya "anything happen for a reason" tentu saja saya tidak setuju. Tetapi untuk menguraikannya pun, saya belum mampu.
Saya percaya hal yang terjadi di sekitar kita adalah "cermin" dari diri kita sendiri. Bahkan akhir-akhir ini, tiap kali emosi melanda, saya malah telat bereaksi karena sibuk bertanya pada diri sendiri "apakah ini yang saya inginkan? apakah saya marah pada tempatnya? apakah ego saya yang terluka? apakah ini wajah saya yang sesungguhnya?" dan masih banyak "apakah-apakah" lainnya.
9 Agustus 2010
Jealousy
Hari ini saya bertemu dengan seseorang. Ini pertemuan kedua, setelah 3 bulan berlalu dari pertemuan pertama. Urusan kerjaan, kebetulan berkaitan dengan posisi saya. Orangnya baik dan sopan. Wajahnya putih bersih mengingatkan saya pada Edric, aktor komedi itu. Penampilannya rapi khas eksekutif muda. Lengkap dengan kacamata minus dan rambut dipotong pendek. Tidak lupa membawa blackberry dalam genggamannya. Apa yang terjadi?
Seketika itu juga saya benci padanya.
27 Juli 2010
Deep Shit
I. Made. A. Mistake. (Again).
total : 3 times
Sebenernya itu satu-satunya ketakutan saya, pertama kali dipindahtugaskan dari bagian pabrik ke kantor. Menghitung perbandingan larutan kimia buat saya lebih mudah daripada mempelajari cashflow. Mata pelajaran yang paling saya hindari jaman sekolahan. Sekarang malah jadi jobdesk saya. *sigh*
Langganan:
Postingan (Atom)

